Sabtu, 05 Mei 2012

Lap-Bio : Percobaan Lazarro Spallanzani

Diposkan oleh Fitri Ramadhani di 06.37
Reaksi: 

          HALAMAN  PENGESAHAN
Laporan lengkap Praktikum Biologi Dasar dengan judul “ Percobaan Lazarro Spallanzani ” yang disusun oleh :      
       Nama                                : Fitri Ramadhani
       Nim                                  : 1112040023
       Kelas/kelompok               : A / III
       Jurusan                             : Fisika
Telah diperiksa oleh Asisten dan Koordinator Asisten, maka dinyatakan diterima





                                                                                                                     Makassar,     November 2011
 Koordinator Asisten,                                                                                        Asisten,





 Muh. Rizaldi Triaz Jaya Putra                                                                                 Zaiful
 NIM. 081404024                                                                                               NIM. 091404030



Mengetahui,
Dosen Penanggung Jawab




                Arsad Bahri, S. Pd, M.Pd
              NIP. 19840115 200604 1 002













                                                   BAB I
                                        PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui, rahasia kehidupan telah menjadi teka-teki yang sangat sulit untuk dipecahkan. Terutama dari mana asal makhluk hidup dan bagaimana proses terjadinya. Untuk menjawab pertanyaan itu sudah ada beberapa ilmuwan yang mencoba melakukan penelitian ini mulai zaman sebelum masehi.
Dari semua eksperimen yang telah dilakukan, muncullah hipotesis-hipotesis dari para ilmuan, namun ini tidak lebih dari sekedar hipotesis karena tidak satupun dari mereka mengalami atau melihat bagaimanakah kehidupan pertama  itu dan  bagaimanakah ia barawal.
Dalam mengkaji asal-usul kehidupan awalnya muncul pendapat bahwa manusia berasal dari benda mati. Hal ini mengundang reaksi dari berbagai pihak, ada yang sependapat dengan teori tersebut tapi tidak sedikit pula yang menentangnya. Salah satu yang menentang teori tersebut adalah Lazzaro Spallanzani.
Untuk membuktikan pendapatnya maka dia melakukan pecobaan dengan menggunakan air kaldu yang dipanaskan dan ditutup rapat. Pendapat ini pun masih belum bisa menjawab pertanyaan tewntang asal mula kehidupan. Untuk mengkaji kebenaran teori ini Lazzaro Spallanzani tentang asal usul kehidupan, maka kami melakukan percobaan seperti yang dia lakukan.
B.       Tujuan Praktikum
Percobaan ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengikuti jalan pikiran dan langkah-langkah yang pernah dilakukan oleh para ilmuwan dalam memecahkan masalah biologi, khususnya menjawab pertanyaan “dari mana asal kehidupan”.
C.      Manfaat Praktikum`
1.    Dengan melakukan percobaan Lazzaro Spallanzani, mahasiswa secara langsung dapat membuktikan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya.
2.    Mahasiswa dapat melakukan penelitian yang sesuai dangan penelitian yang pernah dilakukan oleh para ilmuwan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Pertanyaan yang selalu timbul bagi bagi para pemikir filosofis dan kaum naturalis adalah asal mula terjadinya kehidupan di bumi ini. Sampai sekarang hal tersebut masih merupakan teka-teki yang belum dapat dipecahkan, macam-macam pandangan telah dikemukakan mengenai asal mula terjadinya kehidupan di bumi ini. Namun pandangan tersebut masih merupakan hipotesis yang memiliki arti sejarah (Winatasasmita, 1991)
Pertanyaan “dari manakah asal kehidupan?”, telah dicoba dijawab dengan berbagai teori dan percobaan Spallanzani yang meragukan kebenaran teori Abiogenesis/Generatio Spontanea dari Aristoteles (Tim Pengajar, 2011).
Teori mengenai asal-usul kehidupan senantiasa berkembang. Kini telah banyak dikenal mengenai teori asal-usul kehidupan tersebut, seperti teori Abiogenesis (Generatio Spontanea), teori Biogenesis, teori Kosmos, teori Evolusi Kimia dan teori Evolusi Biologi. Diantara beberapa teori tersebut teori Abiogenesis dan teori Biogenesislah yang sangat diperdebatkan oleh para ilmuwan (Pratiwi, 2004).
Menurut Anonim, (2009) secara umum teori asal usul kehidupan ada dua, yaitu abiogenesis ( makhluk hidup berasal dari benda mati) dan biogenesis (makhluk hidup brasal dari makhluk hidup juga).
1.    Teori Abiogenesis
Pemuka paham ini adalah seorang bangsa Yunani, yaitu Aristoteles (394-322 sebelum masehi). Teorinya mengatakan kalau makhluk hidup yang pertama menghuni bumi ini adalah berasal dari benda mati. Timbulnya makhluk hidup pertama itu terjadi secara spontan karena adanya gaya hidup. Oleh karena itu paham abiogenesis disebut juga paham generatio spontanea. Paham ini bertahan cukup lama, yaitu semenjak zaman Yunani kuno (ratusan tahun sebelum masehi) hingga pertengahan abad ke 17.
Pada pertengahan abad ke 17 paham ini seolah-olah diperkuat oleh Antonie van Leeuweunhoek, seorang bangsa Belanda. Dia menemukan mikroskop sederhana yang dapat digunakan untuk melihat jentik-jentik (makhluk hidup) amat kecil pada setetes rendaman air jerami. Hal inilah yang seolah-olah memperkuat paham abiogenesis.
2. Teori Biogenesis
Setelah bertahan cukup lama, paham abiogenesis mulai diragukan. Beberapa ahli kemudian mengemukakan paham biogenesis. Beberapa ahli yang mengemukakan paham biogenesis antara lain :
a.    Francesco Redi (Italia, 1626-1697)
Redi menentang teori abiogenesis dengan mengadakan percobaan meng`gunakan toples dan daging. Toples 1 diisi daging yang ditutup rapat-rapat. Toples 2 diisi daging dan ditutup kain kasa. Toples 3 diiisi daging dan dibuka. Ketiga toples ini dibiarkan beberapa hari. Dari hasil percobaan ini ia mengambil kesimpulan sebagai berikut : Larva (kehidupan) bukan berasal dari daging yang membusuk tetapi berasal dari lalat yang dapat masuk ke dalam tabung dan bertelur pada keratin daging.
b.    Lazzaro Spallanzani (Italia, 1729-1799)
Spallanzani menentang pendapat John Needham (penganut paham abiogenesis), menurutnya kehidupan yang terjadi pada air kaldu disebabkan oleh pemanasan yang tidak sempurna. Kesimpulan percobaan spallanzani adalah : pada tabung terbuka terdapat kehidupan berasal dari udara, pada tabung tertutup tidak terdapat kehidupan, hal ini membuktikan bahwa kehidupan bukan dari air kaldu.
c.    Louis Pasteur (Perancis, 1822-1895)
Louis Pasteur melakukan percobaan yang menyempurnakan percobaan Spalanzani. Pasteur melakukan percobaan menggunakan labu yang penutupnya leher angsa, bertujuan untuk membuktikan bahwa mikroorganisme terdapat di udara bersama dengan debu. Hasil percobaannya adalah sebagai berikut :
-    Mikroorganisme yang tumbuh bukan berasal dari benda mati (cairan) tetapi dari mikroorganisme yang terdapat di udara
-    Jasad renik terdapat di udara bersama dengan debu. Dari percobaan ini, gugurlah teori abiogenesis tersebut. Pasteur terkenal dengan semboyannya “Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo” yang mengandung pengertian : kehidupan berasal dari telur dan telur dihasilkan makhluk hidup, makhluk hidup sekarang berasal dari makhluk hidup sebelumnya, makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga.
Di samping dua teori di atas, masih ada lagi beberapa teori tentang asal usul kehidupan. Beberapa teori yang dikembangkan ilmuan antara lain :
a.    Teori kreasi khas, yang menyatakan bahwa kehidupan diciptakan oleh zat supranatural ( gaib) pada saat yang istimewa.
b.    Teori kosmozoan, yang menyatakan bahwa kehidupan yang ada di planet ini berasal dari mana saja
c.    Teori evolusi biokimia, yang menyatakan bahwa kehidupan ini muncul berdasarkan hukum fisika, kimia, dan biologi
d.   Teori keadaan mantap, menyatakan bahwa kehidupan tidak berasal usul. Beberapa ilmuan yang membuktikan teori evolusi kimia antara lain Harold Urey, Stanley Miller, dan Alexander Oparin
- Teori Harold Urey, menurutnya zat hidup yang pertama kali mempunyai susunan menyerupai virus saat ini. Zat hidup tersebut mengalami perkembangan menjadi berbagai jenis makhluk hidup. Urey berpendapat bahwa kehidupan terjadi pertamakali di udara (atmosfer). Pada saat tertentu dalam sejarah perkembangan terbentuk atmosfer yang kaya akan molekul- molekul CH4, NH3, H2, H2O. karena adanya loncatan listrik akibat halilintar dan sinar kosmik terjadi asam amino yang memungkinkan terjadi kehidupan.
-    Eksperimen Stanley miller, Stanley Miller adalah murid Harold Urey yang juga tertarik terhadap masalah asal usul kehidupan. Dia melakukan percobaan untuk menguji hipotesis Harold Urey. Dari hasil eksperimennya Miller dapat memberikan petunjuk bahwa satuan-satuan kompleks di dalam system kehidupan seperti lipida, karbohidrat, asam amino, protein, nukleotida dan lain-lain dapat terbentuk dalam kondisi abiotik.
-    Teori Evolusi Biologi Oparin, dia berpendapat bahwa kehidupan pertama terjadi di cekungan pantai dengan bahan-bahan timbunan senyawa organic dari lautan. Timbunan senyawa organic ini disebut sop purba atau sop primordial.






BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.     Waktu dan Tempat Praktikum
Hari/Tanggal   : Rabu / 02 November 2011
Waktu             : Pukul 14.10 s.d 16.00 WITA
Tempat            : Laboratorium Biologi Lantai 3 Timur FMIPA UNM
B.   Alat Dan Bahan
Alat  :
a.    4 buah tabung reaksi
b.    1 buah rak tabung reaksi
c.    2 buah sumbat gabus
d.   2 buah karet gelang
e.    1 buah lampu spritus
f.     1 buah klem kayu
g.    2 buah gelas plastik minuman
h.    Gelas ukur
i.      Label
Bahan :
a.    40 ml kaldu cair
b.    1 potong lilin
c.    Korek api
C.   Prosedur Kerja
1.      Mengisi keempat tabung reaksi dengan kaldu masing-masing 10 ml.
2.      Pada tabung I yang berisi kaldu dalam keadaan terbuka dan tanpa di panasi (tidak ada perlakuan).
3.      Menutup tabung II dengan sumbat gabus. Lalu meneteskan lilin cair pada sela antara mulut tabung dengan tutup, tanpa dipanaskan terlebih dahulu.
4.      Mendidihkan kaldu pada tabung III dengan lampu spiritus sampai air kaldu mendidih, dengan cara dipanaskan sambil digoyang-goyangkan atau digerakkan dan lubang tabung reaksi tidak menghadap pada diri kita atau rekan kerja, serta dibiarkan terbuka (tanpa tutup).
5.      Mendidihkan kaldu pada tabung IV dengan lampu spiritus sampai air kaldu mendidih, dengan cara dipanaskan sambil digoyang-goyangkan atau digerakkan dan lubang tabung reaksi tidak menghadap pada diri kita atau rekan kerja, Kemudian menutup tabung reaksi dengan sumbat gabus. Lalu meneteskan lilin cair pada sela antara mulut tabung dengan tutup.
6.      Keempat tabung reaksi diikat dengan menggunakan karet gelang.
7.      Meletakkan semua tabung di dalam gelas aqua dan menyimpannya di atas meja (tempat yang aman dan tidak terkena cahaya matahari, dan sumber panas lainnya).
8.      Melakukan pengamatan dan pencacatan selama 5 hari berturut turut.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.     Hasil Pengamatan
1.  Tabel Hasil  Pengamatan




Hari ke-
Tabung
Tabung I
Tabung II
Tabung III
Tabung IV
  W
Ba
Bu
E
W
Ba
Bu
E
W
Ba
Bu
E
W
Ba
Bu
E
1
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
2
+
+
-
-
+
-
-
-
+
-
+
-
-
-
-
-
3
++
+
-
-
++
-
-
-
++
++
-
+
-
-
-
-
4
+++
++
+
+
+++
-
-
+
++
+++
+
++
+
-
+
-
5
+++
++
+
+
+++
-
+
+
++
+++
+
++
+
-
+
-

Keterangan :
       W    = Warna
Ba   = Bau
Bu   = Buih
E     = Endapan
+     = Terjadi perubahan
-          = Tidak terjadi perubahan
                       
2.      Gambar Hasil Pengamatan

Keadaan Tabung Pada Hari Pertama Pengamatan
Keterangan
1
2
3













Tabung I      Tabung II    Tabung III     Tabung IV


1.    Sumbat gabus
2.    Tabung reaksi
3.    Larutan



Keadaan Tabung Pada Hari Kelima Pengamatan
Keterangan
1
2
3
4
5













Tabung I      Tabung II    Tabung III     Tabung IV


1.     Sumbat gabus
2.     Tabung reaksi
3.     Buih
4.     Larutan
5.     Endapan

Keterangan :
1.     Tabung I    (tidak tertutup, tidak dipanasi)
2.     Tabung II   (tertutup, tidak dipanasi)
3.     Tabung III  (tidak tertutup, dipanasi )
4.     Tabung IV  (tertutup, dipanasi)
B.     Pembahasan
Tokoh teori Abiogenesis adalah Aristoteles (384-322 SM). Dia adalah tokoh filosof dan tokoh ilmu pengetahuan Yunani Kuno. Teori Abiogenesis ini menyatakan bahwa makhluk hidup yang pertama kali menghuni bumi adalah benda mati. Sebenarnya Aristoteles mengetahui bahwa telur-telur ikan apabila menetas akan menjadi ikan yang sifatnya sama dengan induknya. Telur-telur tersebut merupakan hasil perkawinan dari induk-induk ikan. Walau demikian Aristoteles berkeyakinan bahwa ada ikan yang berasal dari lumpur.Menurut penganut paham Abiogenesis, makhluk hidup tersebut terjadi begitu saja atau secara spontan. Oleh sebab itu paham atau teori ini juga di kenal dengan paham Generatio Spontaneae.
Lain lagi dengan teori Biogenesis. Teori biogenesis menyebutkan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga. Teori ini pertama kali di kemumkakan oleh ilmuwan Italia yang bernama Fransisco Redi. Setelah Redi mengemukakan teorinya, banyak ilmuwan yang melakukan percobaan. Percobaan-percobaan tersebut membuktikan bahwa Abiogenesis tidak benar.Seperti yang dilakukan oleh Lazzarro Spallanzani.
Lazzarro Spallanzani turut mendukung pendapat Redi, dengan meneliti perkembangan bakteri dalam kaldu. Ia mempergunakan tiga buah botol atau tabung reaksi yang diisi kaldu.Selanjutnya, ketiga tabung tersebut mendapat perlakuan sebagai berikut:
Tabung 1 : ditutup rapat tanpa dipanasi
Tabung 2 : dipanasi dan di biarkan terbuka
Tabung 3 : dipanasi dan ditutup rapat
Setelah beberapa hari dibiarkan, ketiga tabung tersebut diamati dan diperoleh hasil sebagai berikut;tabung 1 dan tabung 2 menjadi keruh, sedangkan tabung 3 tetap jernih. Dari percobaan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa keruhnya kaldu pada tabung 1 dan tabung 2 dikarenakan bakteri. Bakteri yang timbul bukan dari kaldu tetapi berasal dari bakteri yang telah ada sebelumya dan tersebar di udara.
Tabung I
Pada tabung ini tidak dilakukan perlakuan. Artinya tabung dibiarkan terbuka dan kaldunya tidak dipanaskan. Pada hari pertama air kaldu tidak mengalami perubahan baik itu warna, bau, buih, maupun endapan.Pada hari kedua terjadi perubahan pada warna dan bau sedangkan pada buih dan endapan tidak terjadi perubahan.Air kaldu yang mulanya jernih berubah menjadi agak keruh dan mulai terdapat bau.Pada hari ke-3, warnanya bertambah keruh dan berbau. Pada hari ke-4 dan 5, warna kaldu semakin keruh dan semaik berbau. Selain itu telah terdapat buih dan endapan pada dasar kaldu.
Tabung II
Pada tabung ini diberi perlakuan dengan cara menutup tabung dengan menggunakan sumbat gabus. Pada hari pertama tidak terjadi perubahan pada air kaldu baik warna, bau, buih, maupun endapan.Pada hari kedua terjadi perubahan pada variabel warna dimana air kaldu yang mulanya jernih kini berubah menjadi agak keruh.Sedangkan variabel lainnya seperti bau,buih, dan endapan tidak terjadi perubahan. Pada hari ketiga, warna pada air kaldu bertambah keruh, namun tidak terjadi perubahan pada bau, buih, dan endapan. Pada hari ke-4 dan 5, warna pada air kaldu semakin keruh, namun tidak berbau. Pada tabung II ini juga sudah terdapat buih dan endapan pada hari ke- 4 dan 5
Tabung III
Tabung ini diberi perlakuan pemanasan selama ± 10 menit dan dibiarkan terbuka. Pada tabung ini, hari pertama tidak terjadi perubahan baik pada warna, bau, buih, maupun endapan. Pada hari kedua, sudah terdapat perubahan, yakni pada warna yang berubah menjadi keruh dan terdapatnya buih. Pada hari ke-3, warna kaldu bertambah keruh, bertambah bau, dan mulai terdapatnya endapan pada dasar kaldu. Selain itu tidak terdapatnya buih. Pada hari ke-4 dan ke-5, keadaan tabung yaitu perubahan warna yang semakin keruh dan semakin berbau. Selain itu, terdapatnya buih dan semakin banyaknya terdapat endapan pada dasar kaldu.
    Tabung IV
Pada tabung ini dilakukan perlakuan tabung dipanasi kemudian ditutup rapat dengan menggunakan sumbat gabus. Pada hari pertama, kedua, dan ketiga tidak mengalami perubahan sama sekali. Sedangkan pada hari ke-4 dan ke-5 terjadi perubahan yakni terjadinya perubahan warna kaldu yang menjadi keruh dan juga terdapatnya buih. Pada variable baud an endapan tidak terjadi perubahan sampai hari kelima.
Perbandingan keadaan tabung pada hari pertama dan terakhir, yaitu pada hari pertama tidak terjadi perubahan, ini disebabkan karena belum tekontaminasinya kaldu dengan mikroorganisme dari luar sehingga mikroorganisme belum berkembang biak. Sedangkan pada hari terakhir, pada tabung yang dibiarkan terbuka terjadi perubahan yang sangat mencolok yang ditandai dengan perubahan pada semua variabel. Pada tabung yang disumbat dengan gabus, meskipun terdapat perubahan pada beberapa variabel tetapi tidak terjadi perubahan yang signifikan. Ini disebabkan karena beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu dari segi penyumbatan tabung yang mungkin tidak teralu rapat sehingga besar kemungkinan mikroorganisme untuk masuk ke dalam tabung. Percobaan ini didasarkan pada teori biogenesis yang diungkapkan oleh Lazarro Spallanzani Spallanzani bahwa kehidupan yang terjadi pada air kaldu disebabkan oleh pemanasan yang tidak sempurna. Kesimpulan percobaan spallanzani adalah : pada tabung terbuka terdapat kehidupan berasal dari udara, pada tabung tertutup tidak terdapat kehidupan, hal ini membuktikan bahwa kehidupan bukan dari air kaldu.

BAB V
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Berdasarkan percobaan ini kami lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa :
Air kaldu pada tabung yang terbuka akan ditemukan organisme karena udara dari luar yang membawa mikroorganisme dapat lebih leluasa masuk sedangkan air kaldu yang perlakuannya dipanaskan dan ditutup rapat tidak ditemukan adanya perubahan pada seumua variable, meskipun terdapat perubahan pada beberapa variabel, ini disebabkan karena karena air kaldu tidak berhubungan langsung dengan udara dari luar. Dengan adanya pengamatan ini dapat dibuktikan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya. Dengan demikian teori abiogenesis yang didukung oleh Aristoteles dapat dipatahkan.
B.     Saran
1.    Saran untuk praktikan yaitu praktikan mesti berhati-hati menggunakan alat laboratorium yang mudah pecah atau mudah terbakar. Sehingga kesalahan dalam praktikum bisa terhindarkan.
2.  Saran untuk laboran yaitu alat-alat yang digunakan dalam praktikum dirawat dengan baik, untuk kenyamanan. Kebersihan ruang lab juga tetap dijaga sehingga praktikum berjalan dengan nyaman.
3.    Saran untuk asisten yaitu membimbing praktikan dengan semua ilmu yang dimiliki sehingga bisa menjadi tambahan ilmu yang sangat berguna dan bermanfaat bagi praktikan
                                                                                                 




























DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2009. Konsep Hidup dan Asal Usul Kehidupan. (http://kamuspengetahuan.blogspot.com/2009/04/konsep-hidup-dan-asal-usul-kehidupan.html). Diakses tanggal 10 November 2011.
Pratiwi, D.A. 2007. Buku Penuntun Biologi. Jakarta: Bima Aksara.
Tim Pengajar UNM. 2011. Penuntun Praktikum Biologi Dasar. Makassar : FMIPA UNM.
Winatasasmita, Djamhur. 1991. Biologi Umum. Jakarta: Universitas terbuka.















LAMPIRAN
JAWABAN PERTANYAAN
1.      Apakah yang menjadi penyebab terjadinya perubahan kaldu pada percobaan tersebut diatas ?
Jawab : Yang menyebabkan perubahan kaldu pada percobaan tersebut adalah Mikroorganisme yang hidup di dalam kaldu.
2.      Dari manakah datangnya makhluk hidup yang menyebabkan terjadinya perubahan kaldu tersebut ?
Jawab : Makhluk hidup yang menyebabkan perubahan pada kaldu tersebut berasal dari spora mahkluk hidup yang mungkin ikut terbawa bersama kaldu atau mungkin berasal dari udara bebas.
3.      Perubahan pada kaldu tersebut terjadi pada tabung yang diperlakukan bagaimana ? Mengapa bisa demikian ?
Jawab : Air kaldu yang mengalami perubahan adalah air kaldu yang berada pada tabung yang kaldunya tidak disterilkan atau tidak diisolasi tabungnya dari udara bebas atau air kaldu yang disterilkan tapi tabungnya tidak ditutup, atau tabungnya ditutup tapi tidak disterilkan kaldunya. Sehingga mikroorganisme yang sempat ikut ke dalam tabung dapat melakukan aktivitas.
4.      Pada tabung yang diperlakukan bagaimana yang kaldunya tidak mengalami perubahan ? Mengapa tidak terjadi perubahan warna dan bau ?
Jawab : Kaldu yang tidak mengalami perubahan warna dan bau adalah kaldu yang berada pada tabung yang disterilkan dengan cara dipanasi dan diisolasi dari udara luar dengan sumbat gabus. Hal ini terjadi terjadi karena mikroorganisme yang sempat ikut kedalam tabung mati pada saat tabung dipanaskan, dan mikroorganisme baru tidak dapat berkembang karena tabung terisolasi dari udara luar.
5.      Mungkinkah dari bahan kaldu itu tiba-tiba muncul mikroorganisme baru ?
Jawab : Tidak, karena makhluk hidup sesungguhnya berasal dari makhluk hidup juga, bukan dari benda mati.
6.      Hasil percobaan diatas dapatkah digunakan sebagai bukti yang kuat menyangkal teori Generatio Spontanea ?
Jawab : Ya, karena hal ini dapat dibuktikan dengan melihat perubahan yang terjadi pada setiap tabung. Pada tabung III mikroorganisme yang menyebabkan perubahan pada kaldu adalah mikroorganisme yang berasal dari udara bebas, pada tabung II yang meyebabkannya yaitu mikroorganisme yang berasal atau yang ikut bersama kaldu, sedangkan pada tabung IV  adalah mikroorganisme yang berasl dari udara dan yang ikut bersama air kaldu. Sedangkan pada tabung ke I tidak mengalami perubahan karena tabung tersebut dipanaskan atau disterilkan dan terisolasi dari udara bebas.



0 komentar:

Poskan Komentar

 

ELFitri Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting